The Wedding Party, 18 Desember 2009

January, 2010

Rasanya legaaaaa banget aku sudah melangsungkan pernikahanku tanggal 18 Desember 2009, tepatnya pertengahan bulan lalu. Meski ada satu hal lagi yang belum terlaksana yakni resepsi pernikahanku di Jakarta yang akan diselenggarakan tanggal 17 Januari 2010 ini, tapi perasaanku sudah jauh lebih ringan dari sebelumnya.

Sekedar berbagi cerita pada calon pengantin ataupun pembaca blogku ini, aku menyiapkan pernikahan bersama suamiku ini skitar 5 bulan lebih. Untuk makanan (catering) di Medan menjadi tanggungan pihak suamiku, di luar itu menjadi urusan kami berdua.

Mendekati hari pernikahanku, rasanya frekuensi kepala pening mulai terasa, meski tidak segila yang kubayangkan. Mungkin karena aku berpikir realistis berkaitan dengan budgeting, jadi aku tidak mau memaksakan diri dalam setiap memilih vendor. Kami bukan orang kaya, jadi tidak mungkin kami melakukan pernikahan megah bak putri raja. Secara persiapan pribadi, vendor-vendor yang kami pakai sederhana dan terbilang murah, tapi (menurutku) cukup baik.

WARDROBE PERNIKAHAN

Untuk kebaya pernikahan, kembali aku ulang disini, aku menggunakan jasa penjahit rumahan bernama A Chin yang terletak di jalan Raden Saleh Dalam No. 21, Medan, Sumatera Utara. Aku menjahit 3 kebaya, 1 songket pernikahan, 1 selendang pernikahan, 1 rok batik. Totalnya sekitar Rp. 3,9 juta. Menurutku untuk menjahit sebanyak itu worth enough, daripada di butik atau tukang jahit lain di Medan yang mungkin sudah lebih dikenal tapi harganya selangit.

A Chin mematok harga kebayaku rata-rata 1 jutaan, seperti kebaya Martumpol Rp 1 Juta, dan Pernikahan Rp. 1,2 juta. Kebayanya sudah cukup mewah, apalagi untuk payet bagian dada, lengan+tangan, dan bunga pinggir. A Chin menggunakan payet batang, pasir dan bulat kristal Jepang. Tidak perlu menggunakan kristal Swaroski saja sudah mewah menurutku.

Mahal atau tidaknya kebaya sebenarnya tergantung seberapa banyak payet yang kita mau. Kalo mau seluruh bunga kebaya dipayet maka bisa memakan biaya sampe 2 jutaan.

Jadi intinya tergantung kita.

Detail harga jait di A Chin:

- Upah Jahit                  Rp. 350.000

- Bustier                        Rp. 150.000

- Payet                           Rp. 300.000-2 juta

- Bawahan                     Rp. 125.000

- Payet Selendang      Rp. 200.000

Sedangkan untuk jas Bang Denny, dia jahit jas sekitar Ro. 400 ribuan di daerah PIK, Menteng Raya, Medan. Dasinya beli di Sogo Sun Plaza sekitar Rp. 150-200ribuan.

Untuk sepatu nikah, aku beli di Aveda Sun Plaza sekitar Rp. 700 ribuan. Aveda bagus sih, tapi mahal karena dia memakai kristal swaroski. Padahal ada yang lebih murah di pasar Petisah. Sayang sekali, aku baru tahu ada yang bagus dan murah di sana. Maklum, warga baru Medan sih.

Sedangkan Bang Denny sepatunya Edward Forrer. Bang Denny memang ga gila merek, yang penting simpel dan nyaman katanya.

DEKORASI PERNIKAHAN

Awalnya aku mungkin seperti perempuan kebanyakan lainnya yang menginginkan dekorasi keren, bak putri salju mo nikah. Hihihihi. Tapi ada dua hal yang mengurungkan niatku untuk menggunakan vendor mahal.

Pertama, persoalan pasti terletak pada budget. Bisa aja sih kita pake vendor yang sudah punya nama seperti Paulina atau Viesta dengan dekorasi yang memakan biaya mulai dari 3 juta (bunga mati) sampe 7 jutaan (bunga hidup), tapi pertanyaannya BUAT APA ?!

Kedua, pernikahan kami bukan mau ngeliatin dekorasi tapi mau melihat pengantin dan kehangatan kekeluargaan dari keluarga besar serta rekan-rekan kami. Dibanding ke dekorasi, mending total di makanan atau catering, karena itu yang akan dinikmati secara langsung sama undangan.

Ketiga, kami masih mengadakan resepsi di Jakarta dan dekorasi di Jakarta akan lebih memakan biaya dibanding di Medan.

Jadilah kami menggunakan Simamora Florist, rekanan Wisma Marindal, dengan harga cukup Rp. 1,3 juta saja. Seneng banget liat harganya. Hahaha.. Dengan harga Rp. 1,3 juta, kami sudah mendapatkan dekorasi di gereja dan di gedung. Kami sengaja memilih bunga mati semua, daripada jadi rebutan ibu-ibu yang norak suka nyabutin bunga di pesta. Yang ada pestanya malah ancur karena bunga-bunga hidup yang berantakan. No Way !!

Dekorasi Sederhana Pelaminan

Entrance Simple Decoration

Kami dapat 10 standing flower, 2 bunga di lantai, bunga kantong untuk mempelai pria, bunga tangan (hand bouquet), bunga tabur, bunga mobil, melati untuk pengantin, melati untuk 2 ibu mempelai, dan 3 bunga dinding dan tirai untuk pelaminan. Menurutku untuk harga segitu, pelayanan cukup memuaskan.

Sedangkan untuk dekorasi di resepsi pernikahan Jakarta, cukup memakan biaya karena sudah termasuk dalam paket. Sengaja aku satukan aja dalam paket yang disediakan supaya aku dan keluargaku ga repot lagi ngurusinnya. Harga paket dekorasi resepsi sekitar Rp. 8 juta, termasuk dekorasi pelaminan, buffet makanan, pintu tamu dan entrance masuk.

SOUVENIR PERNIKAHAN

Banyak penyedia souvenir pernikahan, baik yang buka toko di Medan maupun online, tapi akhirnya aku memutuskan untuk pake jasa souvenir online di souvenirpernikahankumurahmeriah.blogspot.com. Aku memesan dua jenis souvenir yakni tempat tissue tikar yang harga Rp. 1000/buah dan dompet lipat batik seharga Rp. 1500/buah. Senangnya lagi, souvenir per buah di diskon 100 perak. Aku pesan 200 buah aja untuk masing-masing souvenir.

Total untuk souvenir mulai dari harga barang sampe ongkos kirim Rp. 325.000 saja.

Tempat Tisu Tikar, Rp. 1000/buah

Tempat Tisu Tikar Rp.1000/buah

Dompet Lipat Batik, Rp 1500/buah

Dompet Lipat Batik, Rp.1500/buah

Kebetulan Bapakku juga buat CD Lagu Souvenir untuk resepsi, jadi untuk resepsi di Jakarta aku ga usah mikir lagi untuk souvenir. Bapak sudah cetak 1000 CD yang isinya 6 lagu-lagu karaoke yang pernah aku rekam tahun 2007 lalu, ditambah rekaman Hot Batahan.

SALON PENGANTIN

Dibalik semua itu, sebenernya yang paling aku takutin adalah pemilihan salon. Kenapa tidak? Dari segala persiapan pernikahan, yang tertinggal di selembar foto adalah bagaimana tampilan pengantin di foto kan?! Bukan dekorasi, bukan makanan, tapi muka ke dua pengantin yang berulang kali kena jepret kamera.

Atas rekomendasi bang Andi Cristop, seorang mantan model dan sekarang menjadi fotografer -yang sekarang gendutnya ya ketulungan – akhirnya aku menggunakan jasa Budi Salon yang terletak di Jalan Teuku Umar No. 3E, Medan. Bang Budi agak-agak melambai bokkk, tapi dia orang baik banget dan modern.

Untuk riasan pernikahanku kali ini dia menerapkan make up klasik, dengan bibir merah merekah dan bulu mata palsu yang lentik. Bang Budi bahkan sampe menggunakan 2 bulu mata palsu supaya memberikan efek klasik di mataku. Warna eye shadow dan blush on pakai warna tanah, tapi dia pertebal di eye liner dan lashes (bulu mata palsu).

Untuk sanggul, aku memang harus memakai sanggul klasik, tanpa banyak bunga macem-macem. Cukup bunga melati di pangkal sanggul dan dua juntaian melati di sisi kanan kiri. Aku juga tidak pake sortali, pengikat kepala khas Batak.

Harga untuk make up pengantin dibandrol Rp. 1 juta, untuk tambahan Rp.250 ribu per orang.

WEDDING CAR

This is the most unique wedding that i ever come“, said one of our wedding guest. Wajar dia bilang begitu karena aku aja yang menikah masih terheran dengan mobil pengantin kami, Fiat 1950, 1000 cc. Fiat adalah mobil klasik yang dipakai di Italia. Mobil ini kami peroleh hasil pinjaman dari salah satu teman baik bang Denny namanya Pak Rusdi, yang biasa dipanggil Wak Lambe.

Dengan mobil pengantin ini, sepanjang jalan kenangan menuju gedung pesta menjadi perjalanan paling menyenangkan dalam hidupku. Berada dalam mobil tua yang unik ini membuat semua mata tertuju pada kami.

Mobil Fiat ini juga yang mewarnai foto Pre-Wed kami pada bulan November, 2009. Beberapa fotografer yang secara sukarela mengabadikan momen pre-wed kami, membuat aku berdecak kagum dengan hasil editan mereka. Terima kasih buat Bang Faisal Reza (Ical), bang Andi Lubis, Kak Andre, Yvonne, Iwan, dan Bang Tjody atas hasil editannya. Ini beberapa karya mereka.

by : Faisal Reza

By : Andi Lubis

by : Yvonne Tan (Ipon)

by : Andre Fotografia

Edit by : Tjody Photography

Rasanya jadi ingin mengulang masa-masa persiapan wedding.. So much fun!!

Selain naik mobil Fiat, perjalanan menuju gedung Wisma Marindal juga sangat seru. Gemana enggak, kami ga ada pake foraider, tapi yang secara sukarela mengiring kami adalah teman-teman dari Land Rover Club dan XTrim. Mereka adalah pecinta Land Rover dan Motor Trail. For me, this is more than Foraiders.. Yippiiiee..

Iring-iringan Land Rover menuju Wisma Marindal, Medan

Sempat bikin macet jalan Sisingamangaraja

Teman-teman XTrim pada pake Trail di jajaran paling depan

Yang pasti bapak mamakku antara pening dan senang liatnya. Soalnya nikahan borunya (anak perempuannya) agak gak normal. Itu karena aku menikahi laki-laki yang antik, dimana bang Denny sukanya barang-barang klasik. Bersyukurlah aku..

Akhir kata, semoga pernikahan kami ini bisa menjadi berkat untuk semua orang. Kembali lagi ledy ingatkan, pernikahan kami ini sederhana tapi berkat teman-teman yang mau menyumbangkan waktu, tenaga, dan sumbangan materialnya, pernikahan kami jadi meriah. Makasi teman-teman dan tentunya keluarga kami tercinta. Tanpa kalian, tanggal 18 Desember 2009 tidak akan seindah itu.

Sincerely Us,

Ledy & Denny

Last but not least, karikatur pernikahan diatas ini merupakan pemberian dari salah satu sahabat kami, Yvonne Tan. Selama pembuatan karikatur ini, Ipon – panggilan Yvonne – sangat antusias dan sangat serius. Kami jadi terharu.. Makasi ya Ipon. Tanggal 6 Januari ini, Ipon akan sekolah ke Jepang untuk beberapa tahun. We’re gonna miss u, sweety.. Thank you for your presence. Mudah-mudahan kalo kami ada rejeki, kita susul ke Jepang (Amin !!)

Tahap 1 : Martumpol

Sabtu, 12 Desember 2009

Hari ini aku baru aja menjalani proses pertunangan atau yang biasa orang Batak sebut Martumpol yang berlangsung di Balige, tanah kelahiran Bapakku.. Secara keseluruhan acara martumpol berlangsung lancar namun memang ada keterlambatan sedikit..

Acara martumpol sendiri dimulai pukul setengah 4 sore, telat setengah jam dari waktu yang sudah ditentukan.. Pihak keluarga bang Denny sebenernya dari awal diberitahu kalo acaranya jam 4, tapi tiba-tiba Bapatuaku baru memberitahu jam 8 pagi kalo acara dimajukan menjadi jam 3 karena ada Natalan anak-anak sekolah minggu..

Meski terlambat setengah jam, semua berlangsung lancar dan penuh suka cita.. Aku sendiri sudah mempersiapkan diri, seperti pergi ke salon Sri yang ada di Balige.. Aku sebenernya agak kecewa dengan model sanggulnya, ga seperti harapan, make upnya juga rata-rata aku yang buat sendiri.. Mungkin karena Balige kota kecil, jadi akupun ga berharap banyak dari segi make up dan hair do..

Aku berpikir, sebagus atau sejelek apapun make up dan hair do nya, semua kecantikan itu datang dari dalam hati.. aku harus bersuka cita apapun hasilnya, dan ternyata justru sanggul dan make up yang biasa aja membuat orang suka.. Puji Tuhan..

Kebayaku sendiri hasil karya A Chin, penjahit keturunan Tiong Hoa yang berada di Jl. Raden Saleh Dalam No. 21, Medan.. Aku suka jahiitan dan payetannya.. Meski aku agak gemukan, sekali lagi aku ga perduli.. Yg penting percaya diri aja lagi huahaha..

Sementara itu fotorafer yang mengabadikan momen martumpol kami adalah saudara/abang kami sendiri yaitu Bang Sebastian Hutabarat.. Bang, aku berhutang padamu.. Makasi atas bantuan dan perhatiannya sama aku dan Bang Denny ya.. Owe you a lot.. Love you bang..

Dan, semuanya berakhir lancar.. Semua pihak yang diharapkan hadir seperti Opung, Bapatua, Tulang, Namboru, dll.. Lengkap semuanya..

Aku bangga jadi orang Batak..

Inilah segelintir momen-momen saat martumpol kami..

Bersama Orang Tua Kami Tercinta..

Gereja HKBP Balige, Saksi Martumpol Kami

Sincerely in Love,

Ledy and Denny

Terjangan Banjir Bandang Madina dan Gempa Sumbar

Selama bulan September hingga Oktober tahun 2009, begitu banyak bencana alam yang terjadi di Pulau Sumatera. Kebetulan aku mendapat kesempatan meliput banjir bandang di Kabupaten Mandailing Natal, 15 jam dari Medan, dan yang satu lagi tentu aja gempa Padang yang menewaskan ribuan orang dan ratusan bangunan rubuh.

15 September 2009, banjir bandang di Mandailing Natal terjadi. Banjir membenamkan 6 desa dan diperkirakan 8 orang meninggal, sedangkan ratusan keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Aku dan tim biro Medan bergerak dari Medan pada malam hari tapi bukan ke Mandailing Natal melainkan ke Padang Sidempuan, daerah yang paling aman untuk kami liputan. Untuk meraih ke lokasi banjir sendiri harus melalui 7-10 perjalanan lagi, karena enam desa itu merupakan daerah yang terisolir.

Kami di Padang Sidempuan kurang lebih 5 hari, sudah termasuk perjalanan yang hampir memakan waktu 3 hari pulang pergi. Pengalaman berharga yang kudapat ketika aku meliput banjir bandang. Aku dapat melihat secara langsung penderitaan para pengungsi, yang hanya makan mie instan tanpa dimasak, dan minum air mineral yang dijadikan air untuk mereka mandi.

Salah satu desa yang aku kunjungi, Desa Hutalinbaru merupakan desa yang mengalami kerusakan terparah. Ratusan keluarga mengungsi di dataran yang lebih tinggi, dengan membangun tenda darurat sendiri. Puluhan anak-anak turut menjadi korban yang semakin menyayat hati.

170920091700

Aku meliput ke Desa Hutainbaru ini saja sudah merupakan pengalaman baru, ditambah lagi perjalanan aku ke sana. Untuk pertama kalinya aku naik helikopter Bolcow, helikopter milik Polri berkapasitas 5-7 orang. Jujur, waktu berangkat ke Mandailing Natal, aku masih menikmati perjalanan, tapi pas pulang, aku muntah.. hehehe..

170920091691

Pasalnya, waktu pulang dari Mandailing Natal, aku bukan duduk tapi tiarap karena kapasitasnya 7 orang. Aku dan bang Rommy terpaksa tiduran di dalam tempat barang, dimana bau bensin menyengat dan suara mesin menderu kencang di telingaku.

Pengalaman tetap saja pengalaman, lebih berharga dari sekedar membaca buku. Disinilah teori Fenomenologis terbukti.

Usai banjir bandang berakhir, aku berusaha menikmati hari istirahatku dan tentu saja hari Ulang Tahunku ke-25. Tapi ternyata, sehari setelah ulang tahunku, aku mendapat kado ter’indah’ yakni Gempa Sumatera Barat. Dalam hati pengen menjerit, sebel banget. Baru istirahat dan mau nyiap-nyiapin nikahan eehhh dah kena musibah lagi.

Akhirnya 1 hari setelah gempa, tepatnya 1 Oktober 2009, aku dan Bang Rommy kembali berangkat ke Padang bersama Pangdam 1 Bukit Barisan Burhanudin Amin. 9 hari aku lalui di Padang dan kembali aku melihat kesedihan yang amat mendalam akibat banyaknya korban meninggal dunia dan luka berat.

Suatu hari aku bersama kameramenku, Agung Mulyana berhasil meliput penyelamatan seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Bahasa Asing Prayoga bernama Sari. Dia berhasil diselamatkan setelah 40 jam terjebak dalam reruntuhan gedung. Kakinya tertimpa puing-puing sehingga darah tidak mengalir lagi. Setelah diselamatkan, Sari dibawa ke Rumah Sakit Tentara dan kakinya terpaksa diamputasi karena sudah busuk. Poor Sari.

Tidak hanya Sari, aku juga berhasil menemui korban selamat lain yakni Suci, dosen STBA Prayoga. Aku sedih saat aku mewawancarai suaminya, Tommy yang sudah 2 hari menunggu di luar reruntuhan dan yakin istrinya selamat.

Aku melihat perjuangan, cinta dan pengorbanan para korban dan keluarga korban. Setiap aku pergi meliput, aku selalu berpikir bagaimana bila aku yang menjadi korban, apakah aku akan sekuat mereka?

Aku juga akhirnya merasakan Live Breaking News di depan Hotel Ambacang yang tidak berhenti selama 2 minggu lamanya. Live dadakan, live tanpa persiapan, dan live langsung siaran sangat aku rasakan di Padang. Tekanan demi tekanan datang ke tim peliputan baik di Padang maupun Pariaman.

061020091776

JDP 1 Reunited in Padang

061020091779

Aku dan Tommy Tjokro depan Hotel Ambacang

Ada kemirisan juga yang sangat jelas di depan Hotel Ambacang, tapi ini persaingan antara dua TV sih. Biasalah, antara Metro TV dengan TV One. Sebenarnya persaingan ini yang menciptakan adalah pimpinan peliputan masing-masing TV. Aku ingin mengkritik bagian perlengkapan+akomodasi Metro TV (atau divisi apalah, aku ga ngerti) yang mengurusi masalah tempat tinggal, tenda, makanan, dan tetek bengek diluar peliputan. Aku miris liat tenda Metro TV. Kami hanya berteduh di bawah terpal dan alas tikar seadanya, dan seringkali beralaskan rumput. Sedangkan, TV One mendirikan tenda yang bagus. Bukan ngiri sih, cuman jadi tahu aja seberapa besar perhatian kantor sama tim Peliputandi lapangan.

Tanpa bermaksud menjelekkan kantor sendiri, aku hanya ingin para pimpinan berempati sama tim yang peliputan. Kalo buat hasil kerja, aku sih serahin sama pemirsa aja. Pemirsa kan ga tau mana tim liputan yang bertendakan terpal atau tidak… hehehe..

051020091775

Tenda Metro TV

051020091773

Tenda TV One

Pengalaman menarik lainnya, aku naik helikopter milik TNI Angkatan Darat berjenis Bolcow dan Super Puma. Aku dan Bang Rommy akhirnya mendapat kesempatan ke Kepulauan Mentawai. Tidak hanya itu, aku akhirnya muntah lagi, karena 8 kali naik turun helikopter.. hahaha..

041020091751

Aku dan Bang Rommy di Kep. Mentawai

041020091745

Aku dan Bang Rommy di Helikopter TNI AD

Baik buruknya peliputan, semua ini tetap berarti dihatiku. Aku pulang ke Jakarta tanggal 9 Oktober karena aku harus mengurus resepsiku. Aku meninggalkan kota Padang dengan kepedihan tersendiri. Semoga cepat pulih, Sumbar.

Love,

Ledy Simanjuntak

Kebaya Oh Kebaya

IMG_4829copy

Kebaya, salah satu inovasi yang dibuat orang-orang dulu, yang hingga kini dikembangkan menjadi jenis pakaian tradisional yang fenomenal.

Aku, pecinta kebaya, sampai saat ini mengagumi kebaya yang -apalagi- bertahtakan payet dan bordir. Kebaya dapat digunakan mulai dari acara non-formal bahkan formal sampai pernikahan.

Mendekati hari bersejarah dalam hidupku, tentunya aku mulai mencari model-model kebaya yang akan kugunakan untuk kebayaku nanti. Ada 3 kebaya yang rencananya akan kupakai, yakni acara Martumpol, Pemberkatan, dan Resepsi.

3 bahan kebaya sudah dibeli Mamaku di Jakarta. Untuk kebaya martumpol, aku sesuaikan dengan jas Bang Denny, coklat tua. Jalan tengahnya, aku ngambil bahan kebaya warna Peach. Aku terpaksa beli bahan bustier lagi, dengan warna yang agak terang supaya payet yang dipasangkan lebih menyala.310820091618

310820091619

Bahan kebaya ini sudah kumasukkan ke tukang jahit di Raden Saleh Dalam no. 21, namanya A Chin. Aku minta dia membuat model kebaya martumpolku seperti ini : CETAK MODEL KEBAYA MARTUMPOL 4Love this model, karena dia menutup leher yang jenjang dan dada. Bunga kebaya akan dikonsentrasikan banyak di bagian leher dan dada. Bunga kebaya yang besar juga akan ditempel di dua lengan, sedangkan bunga kecil di pergelangan tangan.

Mudah2an kebaya buatan A Chin bagus, sehingga aku bisa masukin kebaya buat pemberkatan dan resepsi di dia juga.

Kebaya Pemberkatanku akan memakai warna klasik yakni broken white. I love to be classic and back to basic, it will look eternally and timeless. Back to basic ini pun total, ga setengah-setengah. Mulai dari model kebaya sampe sanggul.

Model kebaya pemberkatan kurang lebih bentuknya konvensional, tapi tetap peletakan bunga kebaya diatur dengan apik supaya bisa merangkai bentuk tubuh. Aku naksir banget model kebaya pernikahan salah satu temanku di Metro TV, namanya Mitra Andriyanti yang baru2 ini menikah.

CETAK MODEL KEBAYA PEMBERKATAN 4Kebayanya klasik, meski ada sentuhan leher yang tinggi terkesan modern. Keren banget. Mungkin kerah kebayaku tidak akan setinggi punya Mitra, supaya bisa terlihat beda dengan kerah kebaya Martumpol dan Resepsi.

Empat jempol buat kebaya Mitra deh !! Aku masih mau cari tau Mitra jahit dimana, supaya bisa dijadikan referensi untuk saudara-saudaraku yang tinggal di Jakarta.

Selain model kerah, beda model kebaya Mitra dengan kebayaku akan terletak di penambahan aksen bordir di dada hingga kerah. Rencanaku, kebaya pemberkatan akan ditambah penegasan dengan bordir Emas/Gold, yang menjadi bingkai kebaya bagian atas. Ga hanya itu, panjang kebaya juga sampai selutut.

Mungkin sebagai penuntun, kebayaku akan seperti ini :

CETAK MODEL KEBAYA PEMBERKATAN 2CETAK MODEL KEBAYA PEMBERKATAN 1

Gabungan dua model kebaya inilah yang rencananya aku pakai di Pemberkatan nanti. Mudah-mudahan penjahitnya bisa merealisasikan keinginanku dan membuatnya menjadi bagus.

Last, kebaya resepsiku akan mengambil tema Orange Bronze, tapi ternyata Mama beli bahan kebaya warna Orange Peach. Jadinya, ga terlalu beda dengan kebaya Martumpol. Aku putuskan untuk memakai bahan yang Mama beli, dan tidak beli yang baru. I love u, ma.. Makasi ya!!

Mama beli kebaya resepsi yang sudah berpayet. Kebaya berpayet sebenernya dari sisi pengerjaan lebih sulit, karena penjahit akan lebih berhati-hati memotong kebaya karena takut merusak payetnya.

310820091629

310820091630

Payet Kebaya Resepsi

Rencananya, kebaya resepsi ini dibuat lebih modern dari kebaya Pemberkatan. Aku akan buat kerah tinggi memakai tulang untuk menghiasi tampilan kebaya keseluruhan.

courtesy : rendira.blogspot.com

courtesy : rendira.blogspot.com

courtesy: rendira.blogspot.com

courtesy: rendira.blogspot.com

Kerah kebaya Resepsi tidak akan kubuat terlalu tinggi. Model kerahnya percis dengan model dua kebaya ini, lebih menyerupai kerah empire. Bagian pinggang, aku ga akan pake ikat pinggang karena akan bertabrakan dengan aksen kerah, jadinya kebaya kehilangan fokus. Ditambah lagi, pinggulku besar jadi ikat pinggang akan menambah kesan ada kesenjangan antara pinggang dengan pinggul.

Mungkin bagian pinggang akan lebih condong ke kebaya sebelah kanan, daripada kiri. Aku tinggal menambah aksen pinggang dengan bros saja. Yuu..

SANGGUL + MAKE UP

Hingga kini, aku belum menentukan salon mana yang akan kupakai jasanya saat martumpol dan pemberkatan. Martumpolku akan berlangsung di Balige, notabene sebuah kota kecil yang hanya punya persediaan salon sedikit. Biasanya ibu-ibu dan calon pengantin di Balige menggunakan jasa Butet salon dan Ayu Salon. Aku harus jeli memilih dua salon itu, karena kalo salah make up dan sanggul, bisa dipastikan aku kaya badut dan ondel-ondel.

Rencananya model sanggul martumpolku simple aja. Sanggul yang cocok dengan kebayaku yang berlehel tinggi memang sanggul yang ditarik ke atas, supaya ga banyak yang nyangkut di leher kebaya.

courtersy by : noviarimuko.com

courtersy by : noviarimuko.com

Model sanggul martumpolku tp tanpa poni ya

Model sanggul martumpolku tp tanpa poni ya

Model sanggul ini yang kurasa cukup merepresentasikan keseluruhan style martumpolku. Ga ribet kok, soalnya kaya dicepol tinggi aja.

Sementara itu, untuk sanggul pemberkatan, aku akan gunakan model sanggul konvensional. Model tempo dulu, tapi ga lekang oleh waktu. Model sanggul ini juga menjadi permintaan calon ibu mertuaku.

courtesy of Suryaraka dan Jendela Photography

courtesy of Suryaraka dan Jendela Photography

courtesy of Suryaraka dan Jendela Photography

courtesy of Suryaraka dan Jendela Photography

Sanggul dan make-up seluruhnya dibuat oleh Suryaraka yang ada di Bandung. Sayangnya aku ga bisa pake jasa dia karena letak yang berjauhan. Asli, keren banget hasil karyanya. Sanggulnya rapi dan klasik, make-up bersih dan keliatan. Semuanya pas pada tempatnya. Untuk yang berdomisili di Bandung, aku rekomendasiin pake jasa make-up sama dia, pasti puas !!

Terakhir, untuk model sanggul resepsi, aku juga akan pake model Up Do, supaya ga nyangkut di kerah kebaya.

CETAK MAKE UP DAN SANGGUL RESEPSI 2Make up-nya juga kurang lebih seperti ini. Rencananya, untuk jasa make up di resepsi, aku pake vendor rekanan Puspita Sawargi. Selain make up pengantin, mereka juga handle make up untuk ibu-ibu pengantin, pagar ayu, dan penerima tamu. Mereka juga nyediakan busana dan aksesoris.

Mudah-mudahan semua sesuai dengan keinginanku. Aminnn…

So far, belum ada kebayaku yang jadi. Nanti kalo sudah ada hasilnya dariA Chin, aku akan langsung up load foto kebaya Martumpolku.. Mantap!!

Love ya lots,

Ledy Simanjuntak

The Preparation

Gak terasa !!!! Bulan Desember tinggal 4 bulan lagi. Apa aja yang sudah kubuat ya? Aku ngerasa belum ngerjain apapun.

18 Desember tahun ini aku akan menikah di Medan dan resepsi bulan Januari 2010 di Jakarta. Sejauh ini yang sudah aku dan bang Denny lakukan adalah DP tempat pesta adat, survei undangan, survei catering + dekorasi resepsi, dan survei tukang jahit buat 3 kebayaku dan jas Bang Denny.

TEMPAT PERNIKAHAN

Rencananya, pemberkatan (pasu-pasu) akan berlangsung di HKBP Pengembangan Mamiyai karena Mama-nya Bang Denny sebagai Sintua di situ. Nah, yang seru waktu nyari gedung pesta adat. Cukup 1 hari saja untuk kami berdua survei gedung. Kami nyusurin mulai dari gedung dekat kosanku di Kampung Durian, Medan.

Gedung pertama yang kami datangi adalah Wisma Karunia. Dari jalan raya sebenernya ga begitu jauh, tp kesan pertama memang gak begitu sreg. Lapangan parkir cukup, tempat pesta adat dan nasional juga luas, penuh dengan jendela-jendela besar, jadi bisa dipastikan tidak pengap.

Namun, ada kekurangannya. Lokasi jalan yang kurang familier dan akses angkot agak jarang. Yang paling buat aku ga sreg adalah kondisi bangunannya yang kurang dirawat, jadi pastinya butuh dekorasi yang bisa nutupin kekurangan bangunan.

Kalo dari sisi harga, wisma Karunia terjangkau karena hanya 1,7 juta untuk lantai 1 dan 2. ( Contact Person : Mega 0813-7528-5958, 061 – 6636910)

Entrance W. Karunia
Entrance Wisma Karunia
Adat Wisma Kurnia
Lantai 1 Tempat Adat
Umum W.Karunia 2
Lantai 2 Ruang Nasional

Setelah itu, kami bergeser ke Gedung Taman Sari yang letaknya di Jalan Kapten Muslim, Medan. Kesan pertama lumayan bagus. Parkirannya luas dan rindang karena banyak pohon. Saat kami datang sedang ada pernikahan jadi ga bisa leluasa ngambil gambar.

Lantai untuk pesta adat luas, tapi untuk tamu nasional lebih kecil dibanding pesta adat. Jendela di samping kanan kiri gedung, jadi banyak angin alias adem. Setelah kita tanya harganya, BEUHHHH… langsung kita coret dari peredaran.. Mahal banget booo..

Lantai 1 untuk pesta adat saja sewanya 4 juta, kalo pake lantai 2 juga nambah 2,5 juta. Jadi total pengeluaran untuk sewa gedung Taman Sari tuh 6,5 juta. Gila, emangnya nikah ga pake dekorasi sama catering?? Bangkrut donk kite. (Contack Person : 061-8451803)

Lantai 1 tempat Pesta Adat

Lantai 1 tempat Pesta Adat

Lantai 2 Ruang Nasional

Lantai 2 Ruang Nasional

Usai dari Taman Sari, aku dan bang Denny sebenernya masih ada persediaan 2 gedung  lagi. Wisma Marindal dan Wisma Menteng. Kami dah ga semangat lagi ke Sopo Godang, yang sudah jadi langganan pesta adat Batak karena tanggal 18 dan 19 Desember 2009 dipastikan full.

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 5-an. Kami harap-harap cemas, takut wisma yang mau kunjungi tutup dan terpaksa menggelar survei hari ke-2.

Secepat kilat kami berusaha nyampe ke Wisma Marindal, di jalan Bajak no. 65. Gedung pesta baru di daerah Marindal, Medan. Jalan masuk ke arah gedung memang agak kecil, tapi ga jauh dari jalan utama. Pas masuk pagar wisma Marindal, WUIHHHH.. aku langsung suka.

Parkirannya luas banget, memang tidak serindang Taman Sari, tapi kurasa cukup untuk menampung banyak mobil. Ruang masuk juga lebih mewah dibanding 2 wisma sebelumnya. Terlihat sekali memang gedung Marindal ini masih baru, catnya masih putih bersih, lantainya masih baru. Semuanya masih tertata rapi.

Namun, semua keindahan itu ga langsung buat aku senang. Hargalah yang menjadi ketakutanku. Sewaktu kami nanya ke pemasarannya, ternyata harga SUPER DUPER MURAH. Hanya 1,3 juta rupiah, baik lantai 1 dan 2. Lantai 1 memuat 900 orang, sedangkan lantai 2 bisa muat 500 orang (duduk) 1000 orang (berdiri). (Contact Person : 061 – 77033230, 0812-642-8785)

Entrance Marindal
Entrance Wisma Marindal
Adat Marindal 2
Lantai 1 Tempat Pesta Adat
Adat Marindal 1

Lantai 1 Tempat Pesta Adat

Lantai 2 Ruang Nasional

Lantai 2 Ruang Nasional

Pelaminan Nasional Lantai 2

Pelaminan Nasional Lantai 2

Parkir Wisma Marindal

Parkir Wisma Marindal

Setelah berunding dengan masing-masing keluarga, kami sepakat pesta adat dilangsungkan di Wisma Marindal. Amiinnn.. Masalah gedung adat selesai !!!

Untuk gedung resepsi di Jakarta, orang tuaku sudah DP di Klub Eksekutif Persada Kemala, Halim Persada Kusuma. Konsepnya semi outdoor, ada kolam renangnya tapi juga ada ruangan indoornya. Harga sewa Persada Rp. 11 juta, dimana dekorasi bisa dimulai dari pukul 2 siang.

Acara resepsi sendiri akan digelar pukul 19.00 – 22.00 WIB. Jadi kebayang deh, keluarga dan semua undangan orang tua bakal nari-nari dan nyanyi-nyanyi. Can’t wait to see that moment.

DSC00044DSC00041DSC00042

CATERING + DEKORASI

Rencananya aku akan pake Puspita Sawargi Catering, pimpinan bu Lynda. Aku dah kontak-kontakan sama pihak Marketing Puspita Sawargi namanya Titin (081310021688). Nanti PS akan handle mulai dari catering, dekorasi (vendor : NS Decor), make up pengantin + ibu2 pengantin + pagar ayu + penerima tamu, sound system, MC, pengisi acara, dan foto video.

Pertama, mereka buka harga Rp. 95 juta, dan jujur, aku mau pingsan rasanya. Akhirnya aku nego dan minta mereka supaya rampingkan material sampe menjadi Rp.75 juta. Ternyata, PS kooperatif banget. Mudah2an hasil kerja mereka juga bagus. Dalam waktu dekat, aku minta Mama dan saudara2ku untuk test food catering mereka.

Dekorasi Entrance Puspita Sawargi

Dekorasi Entrance Puspita Sawargi

Dekorasi Buffet Puspita Sawargi

Dekorasi Buffet Puspita Sawargi

Dekorasi Pelaminan Puspita Sawargi

Dekorasi Pelaminan Puspita Sawargi

Untuk catering pesta adat di Medan, semua akan di-handle pihak Sitohang. Rencananya untuk catering, mereka pesan dari Pasaribu, sedangkan untuk nasi kotak undangan nasional rencananya kami mo pake jasa Nasi Kucing, deket Happy Puppy. Enak dan murah.

Sementara itu, aku juga akan usahakan cari vendor dekorasi yang murah untuk ruang nasional. Masih belum nentuin pake vendor apa, memang ada beberapa seperti Paulina Decor, Vista Decor tapi kayanya mereka agak mahal. Padahal dekorasi hanya simpe minimalis, jadi ga perlu yang heboh. Mudah-mudahan dapat florist yang tapi bisa bagus.

UNDANGAN

Selain itu, perihal lain yang musti kami lakukan di Medan adalah survei undangan adat dan resepsi. Referensi undangan kami lakukan ke Percetakan Bang Bara Hideung di jalan Sei Musi, Medan. Percetakan ini sudah sering mengerjakan undangan adat dan nasional. Rencananya undangan adat akan dicetak 1000 undangan, separuh untuk pihak Sitohang (paranak) dan separuh lagi untuk pihak Simanjuntak (parboru).

Sebenernya pihak Sitohang hanya butuh 350 undangan, dan Simanjuntak 250 undangan, jadi totalnya ada 600 undangan. Namun, undangan lebih murah kalo dicetak lebih dari 500 undangan, jadi mungkin lebih baik lebih daripada kurang kan.. Tapi aku akan koordinasikan lagi sama pihak percetakan supaya bisa mengakomodasi kebutuhan kami.

Kartu Undangan Adat Konvensional

Kartu Undangan Adat Konvensional

Kartu Undangan Adat Modern

Kartu Undangan Adat Modern

Untuk undangan parboru, latar belakang undangan adat akan memakai gambar Ulos. Setelah koordinasi dengan Opung Gia di Medan, aku membuat 3 rancangan cover untuk pesta adat.

Bagaimana nanti jadinya memang belum tau, karena kami harus datang lagi ke percetakan. Rencananya, undangan adat akan memakan biaya sekitar Rp.3000 – Rp. 3500 per undangan. Kata bang Denny lebih baik model Konvensional/Blangko aja, supaya lebih irit.

Sedangkan untuk undangan resepsi, kami sepakat untuk ngambil tema Back to Basic, dimana undangan itu ga ada foto, warna putih + Gold, pake amplop. Jadi sifatnya memang hanya informasi tapi tetap klasik. Biaya undangan resepsi ini kami estimasi Rp.5000/ undangan. Kami akan cetak sebanyak 500 undangan, mayoritas untuk undangan di Jakarta.

CETAK UNDANGAN 1daintycallalily_primary

JAHIT KEBAYA

Terakhir, aku survei tukang jahit di Medan. Sebenernya banyak tukang jahit di Medan ini, baik yang rumahan bahkan sampe butik. Tapi aku ada ketakutan tersendiri. Takutnya mahal dan ga sesuai sama budget.

Aku hunting 2 butik : Vie Belle yang ada di deket Poltabes Medan, dan Voila! yang ada di Setiabudi. Dari segi harga, dua butik ini bersaing. Vie Belle menawarkan upah jahit Rp. 500ribu, bordir Rp.350ribu, full payet Rp. 650ribu, bustier Rp.350 ribu. Total Rp. 1.850.000.

Sedangkan Voila! menawarkan upah jahit Rp. 350ribu, bordir Rp.250 ribu, full payet Rp.800 ribu + Swaroski Rp.200 ribu, bustier Rp.200 ribu. Totalnya 1.800.000.

Ada juga penjahit rumahan namanya A Chin (08136138666) )yang ada di Jl. Raden Saleh Dalam No. 21. Aku belum nanya harganya, tapi sepertinya lebih murah dibanding harga butik.

Akhirnya, untuk kebaya martumpol, aku jahit di A Chin. Waktu datang ke rumahnya, dia langsung tanya mau dibuat mewah apa standart. Aku milih standart dulu deh. Dia jeli banget liat keinginan kita. Dia tahu mau diletakin di mana aja bunga-bunga kebaya. Yang lebih penting adalah dia kooperatif dan pro aktif. Untuk sesi lengkap tentang kebaya, aku ulas di postingan terpisah.

So far, inilah yang sudah aku dan Bang Denny lakukan untuk mempersiapkan pernikahan kami 4 bulan lagi. Doakan semoga semuanya bisa selesai tepat waktu dan efektif efisien.

Love ya lots,

Ledy Simanjuntak

25

Happy B’Day, Pa

n683967555_1313188_9941Hari ini, 3 September 2009, bapakku genap berusia 61 tahun. Dia lahir di Balige, tahun 1948 lalu saat penjajahan Jepang. Ia diberi nama Baringin Batahan Parlinggoman Simanjuntak, yang artinya Pohon Beringin yang menjadi tempat Pertahanan dan Perlindungan.

Sewaktu lahir dan belum diberi nama, Bapakku dibawa ke pohon beringin dekat tempat tinggal mereka saat itu. Saat itu Balige diserang Jepang dan terpaksa Baringin bayi harus dilindungi di bawah pohon beringin. Makanya Opung langsung mendapat ilham untuk memberi nama Baringin yang dijadikannya tempat bertahan dan berlindung dari serangan Jepang.

Bapakku ini orang unik, lucu dan baik. Orangnya suka bercanda dan melucu. Sering dia melontarkan gumaman-gumanan yang membuat perut tergelitik. Pantas waktu zaman kuliah dulu, dia sempat ’sampingan’ jadi pelawak. Selama 30 tahun, bapakku ditemani Mama yang beda 9 tahun lebih muda. Mereka sekarang lebih sering berdua kemana-mana, karena 3 anaknya sudah pada nyebar semua.

Semakin tua dia, aku semakin merasa sikap kekanak-kanakannya mulai muncul. Dia sekarang suka menuntut sesuatu, meskipun tidak terlalu. Dia ingin lebih sering diperhatikan sama anak-anak dan istrinya. Dulu memang dia lebih mandiri, tetapi sekarang lebih suka mengandalkan anak-anaknya.

Bapakku memang dilahirkan dengan cara yang spesial. Dia adalah orang yang spesial. Di luar semua kekurangannya, Bapak adalah sosok yang tangguh, yang mampu membuat kami – anaknya – dan orang-orang di sekelilingnya merasakan kehadirannya. Dia sangat inspiratif dan selalu inovatif. Selalu ingin menjadi manusia produktif.

Tahun ini aku memberikan hadiah yang spesial untuknya dibanding tahun-tahun sebelumnya. Aku menghadiahkan dia seorang Menantu untuknya. Menantu yang dapat menjadi penopang bagi keluarga kami, dapat Bapak andalkan.
Aku berharap, tahun depan aku bisa memberikan hadiah spesial lagi untuknya. Kita tunggu aja.

HAPPY BIRTHDAY, PA.. God loves u and HE always bless u all the way..

Salam cium dan peluk dari ledy

-borumu-

n683967555_1313209_1305

Preparing Idul Fitri’s Event

IMG_8396Tahun 2009 akan menjadi live event lebaran ketiga yang aku jalani selama aku jadi reporter. Bedanya, tahun ini aku menjalaninya di Medan dan aku ditugaskan menjadi Project Officer (P0) untuk live event 21 september nanti.

Konsepnya mau ngambil kehidupan masyarakat kelas menengah ke bawah dalam merayakan lebaran di Sungai Deli, tetapi ada kendala karena medan yang cukup sempit untuk Satelit News Gathering (SNG), tapi sepertinya akan tetap terlaksana.

Hari ini kepala biro, bang Romy dan bang Ipul lagi survei lokasi untuk letak SNG yang paling strategis. Sayang banget kalo ga di tempat ini.

Alasannya banyak. Pertama, kru Metro Medan menginginkan live event kita tetap ngambil lokasi di Medan, supaya siangnya bisa kumpul sama keluarga masing-masing. Kalo di luar kota, takutnya mereka juga ga bisa ngejar lebaran bersama.

Kedua, banyak spot menarik di Medan yang belum banyak digali. Memang terpaksa ada beberapa hal yang kita setting, seperti kehadiran nasyid, akustik dari anak-anak jalanan, dan atribut lebaran untuk memeriahkan kampung di sungai Deli itu.

Sepert biasa, biro Medan selalu kedapatan live paling belakangan, yang resikonya selalu dipotong dan kedapatan slot live sedikit. Padahal kami nyiapinnya dah sepenuh hati.

Yang paling bikin BT-nya, Metro Jakarta tuh suka ga pertimbangkan hubungan kita sama narasumber dan masyarakat sekitar. Persiapan yang matang itu kan butuh pengorbanan, trus tiba-tiba kalo seenaknya di-cut itu menimbulkan efek BT dari pihak yang kita minta bantuan.

Sering kita jadi kena imbas kekesalan narsum karena tiba-tiba dikasih ruang live yang sedikit, padahal begitu banyak hal menarik yang kita akan tampilkan. Sayang banget kan..

Ya itulah nasib seorang prajurit. Bagaimanapun tetap dituntut yang terbaik dari atasan. Kalo atasan yang salah, tetap prajurit yang tunduk.

Mudah-mudahan live event kali ini, biro Medan bisa menampilkan perfomance yang prima. Bukan untuk bersaing dengan biro lain, karena kami satu tubuh – Metro TV – melainkan untuk memperjuangkan tampilan yang kreatif dan inspiratif . Aminnnn…

Salam Metro TV Biro Medan,

Ledy Simanjuntak

Gempa Guncang Jakarta booo..

Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter menggguncang Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (2/9) pukul 14.55 WIB. Pusat gempa berada di 142 kilometer barat daya Tasikmalaya. Gempa ada pada kedalaman 30 kilometer.

Semula, Badan Meteorologi dan Geofisika menyebut gempa berpotensi tsunami. Belakangan, potensi tsunami dicabut. Getaran gempa cukup terasa di Jakarta dan sekitarnya. Sejauh ini belum ada laporan kerusakan atau korban yanhg jatuh akibat gempa.

Menurut Humas Badan Meteorologi dan Geofisika Edison Burning, gempa terjadi akibat pergeseran lempeng. Gempa akan diikuti gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil. Warga diimbau jangan masuk rumah dulu.

Menurut Edison Burning, potensi tsunami gempa akan terus dievaluasi. Apabila potensi tsunami tidak ada, informasi akan diteruskan kembali ke masyarakat. Ia meminta, jika terjadi gempa lagi warga musti berlindung di kolong meja atau keluar rumah jika masih mungkin.

Sumber :metrotvnews.com

Aku di Medan jadi ga kerasa, tapi keluargaku rata-rata di Jakarta. Mudah2an mereka baik-baik aja..

I’m 25 !!

September ceria booo !!

Bulan September memang bulan yang spesial buatku. Pertama, ulang tahunku di bulan ini, tiap tanggal 29. Kedua, bapakku juga ulang tahun di bulan ini. Ketiga, bulan September menjadi penanda kalo tahun ini dah mau selesai.

But something special in my birthday this year. Jawabannya karena aku berumur seperempat abad, 25 tahun. Ga nyangka banget bisa memasuki usia sekarang.  Usia, dimana saat remaja, menjadi usia idaman karena pasti sudah punya duit sendiri dan mandiri.

Namun, ada satu idaman yang para wanita ingin raih di usia 25 yakni Menikah. Nah, di sini letak keanehannya. Aku tidak termasuk kategori perempuan yang – awalnya mengkhayal – menikah di usia 25 tahun, melainkan usia 27. Aku ingat sekali saat berbincang dengan sepupu-sepupuku kalo aku mau menikah usia 27 tahun. Alasannya, aku rasa aku cukup matang di usia segitu.

Ternyata faktanya… Lebih mengasyikkan dari yang kukira.

Aku berpikir aku menikah diatas umur 25, ditambah lagi dengan pernyataan beberapa orang yang setiap kenal aku. Mereka menegaskan, tipe wanita karir kaya Ledy bisa jadi ga mikir nikah dulu. Pasti karir duluan.

Well, they’re all wrong..

The fact is, I’M GETTING MARRIED IN 25. Thank God !!

Ada cerita di balik mengapa aku bisa menikah tahun ini, tepatnya bulan Desember 2009, tapi aku akan ulas di page lain.

Yang pasti, di usiaku yang ke-25, aku mendapat berkat dari Tuhan karena aku mendapat belahan jiwaku. Memang manusia gampang aja berencana, tapi eksekusi keputusannya tetap di tangan Tuhan Yesus. Dia tahu banget apa yang terbaik.

Di usia ini juga, aku diajar untuk tidak menjadi orang yang egois – although it’s hard, man !! – tapi aku yakin dengan kehadiran seseorang, aku bisa mengalahkan ego.

Intinya, memasuki usia 25 tepatnya tanggal 29 September 2009, aku akan sibuk jahit kebaya 3 biji : martumpol, pemberkatan, dan resepsi. Trus cetak undangan, mantau dekorasi dan katering, plus foto pre-wedding.

It’s a high voltage 25 ! I like it and i’m ready for it.. Jbu

Love ya lots,

Ledy Simanjuntak

Akhirnya..

Setelah menghilangkan (dengan sengaja) blogku di Friendster, akhirnya aku punya blog lagi.. Hore !

Lebih dari setahun aku ga meng-update, apalagi meng-upgrade blog, padahal begitu banyak peristiwa, baik yang mengenakkan maupun yang tidak, terjadi dalam hidupku..

Tapi lebih baik aku ga cerita di welcoming session seperti ini..

So, welcome to my  ‘new’ blog..  Hope u can fly together with me, in a same page and same purpose..

Love ya..

in white