Penting ya gayanya748

My Future

Diriku yang sekarang bukanlah diriku semenit yang lalu. Aku yang sekarang adalah manusia yang baru, yang siap melakukan perubahan-perubahan kecil.

Lain sekarang, lain lagi masa depan. Masa depanku adalah sebuah hadiah ditambah dengan bumbu misteri. Satu yang aku tahu saat ini tentang masa depanku adalah munculnya seseorang yang baru dalam hidupku. Dia adalah hadiah, namun dia juga misteri bagiku.

Kehidupanku tahun-tahun yang akan datang pastinya akan kulalui dengannya. Tidak akan pernah ada kata ‘cukup’ dan ‘selesai’ mengetahui dia dan bagaimana masa depanku bersamanya. Masa depanku bukan persoalan waktu. 1 bulan, 1 tahun, 10 tahun atau 50 tahun ke depan bukan masa depan bagiku. Masa depanku terdapat pada sebuah sosok. Sosok manusia yang akan menentukan seperti apa kehidupanku ke depan.

Sosok itu ialah Denny Sitohang. Dia punya watak yang 60 persen bertentangan denganku. Berperawakan seperti taliban – kalo dia lagi brewokan -, tapi juga kadang kaya anak-anak – kalo baru cukuran -. Kadang dia terlihat lebih muda dari laki-laki seusianya. Badannya kutilang dara, kurus tinggi langsing dada rata (ya iyalah, masa berjendol dadanya), dan yang paling ciri khas dari dia adalah BULU.

rumahku 7

Bulunya tersebar di sekujur tubuhnya. Yang paling banyak itu di tangan + kaki, bulunya bahkan keriting-keriting gitu. Kalo bulu di tempat yang lain, hmm.. hanya Tuhan yang tahu..  :p

Selain di tangan dan kaki, bulunya selalu banyak di muka. Meski baru dicukur, sore atau besoknya sudah tumbuh lagi. Kadang orang ga suka liat  dia brewokan, mungkin membuat tampilan dia secara keseluruhan terkesan jorok. Kalo aku, paling suka kalo brewoknya ada tapi ga banyak.

kami 4

Ada cerita menarik mengapa aku -akhirnya- menetapkan masa depanku dengannya.

Sebelumnya aku adalah reporter Metro Tv yang base camp-nya di Jakarta. Selama 1, 5 tahun aku di Jakarta tiba-tiba aku dipindahkan ke Medan dengan masa kerja Januari 2009-Januari 2011.

Menerima kenyataan aku di mutasi ke Medan, aku marah. Aku protes, aku ga terima dengan keputusan kantor. Ditambah lagi dengan cara manajemen memutasi aku tanpa merembukkan denganku dulu. Semua berdasarkan perintah, tanpa negosiasi dan rekomendasi.

Duniaku seakan gelap saat itu. Tak ada semangat, tak ada gairah untuk menempuh kehidupan baru di Medan. Sekuat tenaga aku berusaha bersuara dengan atasanku saat itu, Bang Dadi, agar aku tetap di Jakarta.

Ada hal yang paling sulit aku tinggalkan di Jakarta, yakni keluargaku terutama sepupuku, Icka. Aku dan dia bagaikan pinang tak berbelah. Dari kecil selalu bersahabat. Berbagi segala hal, mulai dari yang menyenangkan sampai yang menyeramkan.

rumahku 9

Namun, semua impian untuk berbagi lagi dengannya kandas. Aku nangis, Icka pun nangis. Yang ada di hati kami hanya menolak kepindahanku. Tapi aku hanyalah ranting di sebuah pohon beringin. Keputusan kantor sudah bulat : Aku mutasi ke Medan 2 tahun.

Bulan Desember 2008 diputuskan aku pindah ke Medan. Singkat cerita, sahabatku di Medan, yang aku panggil Namboru Juli mengenalkan aku sama seorang Jurnalis, namanya Denny Sitohang. Namboru Juli sebenarnya sudah berusaha memperkenalkan aku dari Desember 2007, awal aku ke Medan, tapi mulai dari Desember 2007 – Desember 2008 aku ga ada menggubris Bang Denny.

Beberapa kali dia mengirim pesan, dan menyapaku di Friendster tapi tidak pernah ku balas. Entah mengapa saat itu aku males aja ngebalesnya (Jual Mahal mode ON).

Ternyata, bulan Februari aku dan dia malah komitmen jalan bareng. Awalnya aku menganggap dia sebagai abang, biasa aja. Meski sudah dikompor-komporin sama temen-temen yang lain supaya kami jadian, aku tetep aja cuek.

Namun, akhirnya Tuhan menyadarkan aku. Aku ingat suatu malam, aku menangis saat di tempat tidur. Saat itu aku ngerasa tiba-tiba rapuh, pengennya nangis aja, dan Bang Denny orang yang aku tangisi itu.

Aku sendiri bingung kenapa aku nangis, tapi suara hatiku ga bisa dibohongin kalo aku merasakan kasih Tuhan yang besar melalui Bang Denny. Aku belum kenal siapa dia, tapi aku merasa kami seperti sudah selayaknya bersama. Entah darimana perasaan itu. Aneh.

Setelah berdoa, aku lega. Aku menemukan jawabannya, sampai akhirnya bulan Februari – dengan cara yang aneh – Bang Denny ngungkapin perasaannya sama aku dan tanpa basa basi aku komitmen untuk bersama dia.

Lebih aneh lagi, tanggal 6 Maret – 2 minggu setelah kami jalan, Bang Denny langsung ngajak aku untuk menikah. Wuaaahhhhhh, … karena memang aku yakin, ayoklah kataku.. Hahaha..

Kilat banget kan. Ngapain juga dilama-lamain kalo memang sudah jodoh. Makanya aku makasi banget sama Namboru Juli yang jadi perpanjangan tangan Tuhan untuk mempertemukan aku sama Bang Denny. Makasi Bouku..

n1333092035_262667_9938

Rencana menikah pun membayangi kepala kami berdua. Apa langkah selanjutnya dan bagaimana cara kami melangkah?

Aku dan Bang Denny langsung membuat perencanaan awal. Tahap pertama, Bang Denny akan berkenalan dengan keluarga besarku. Aku meminta namboruku di Depok untuk membuat arisan keluarga supaya bisa jadi ajang perkenalan Bang Denny.

Arisan pun terlaksana 16 Mei 2009. Puji Tuhan, perkenalan berlangsung lancar. Keluarga besarku Hot Batahan menyambut baik kehadiran orang-orang baru. Ya, tidak hanya Bang Denny yang berkenalan dengan keluarga, tetapi ada pacarnya Icka, Valdez Nainggolan. Senangnya.. (Cerita lengkap tentang Icka di pages lain ya).

rumahku 6rumahku 34186_81470112555_683967555_1721959_744799_n

Usai perkenalan dengan keluarga besar, Bang Denny langsung ngasi laporan hasil pertemuannya dengan keluargaku. Hasil positif itupun langsung ditanggapi cepat sama pihak Sitohang. Mereka berencana mengirimkan saudara mereka untuk membicarakan keseriusan hubungan kami. Dalam adat batak namanya Hori-hori Dinding.

Yang paling semangat supaya kami menikah adalah Opung-nya Bang Denny. Opung bahkan sampe datang dalam Hori-hori dinding. Mantap, Pung !! Puji Tuhan, hori-hori dinding berjalan lancar. Keluargaku minta ada acara lamaran secara resmi di Balige, namanya Pudut Saut 13 Agustus 2009.

Aku seneng banget karena proses pernikahan kami dijalanin dengan adat lengkap. Ada rasa puas aja. Usai acara pudut saut, akhirnya terlihat sudah bentuk final persiapan pernikahan kami.

Rencananya, Tunangan (Martumpol) tanggal 12 Desember 2009, Pemberkatan tanggal 18 Desember 2009, Resepsi tanggal 17 Januari 2010.

Sampai sekarang aku masih ga percaya kalo aku akan menikah secepat ini. Masih suka bergidik kalo ngebayangin aku bakal menghabiskan hidupku sama seseorang.

Bulan demi bulan aku tunggu waktu yang indah itu untuk aku lalui. Tiap hari tak pernah lekang pikiranku menerawang membayangkan hari itu. Semua persiapan pun kami lakukan. Masing-masing keluarga punya porsi. Pesta pemberkatan dan adat di Medan dipegang sama pihak Sitohang, sedangkan resepsi di Jakarta di tangan Simanjuntak.

Kembali ke bagian aku dan Bang Denny. Semakin mendekati hari pernikahan, kami berdua semakin menajamkan satu sama lain. Persoalan yang ada membuat kami mengerti watak satu sama lain. Kami ga takut dengan hidup bersama, kami ga takut dengan konflik rumah tangga. Hidup sendiri atau hidup berkelompok sama aja, toh konflik selalu ada.

Tuhan itu baik, baik banget. Dia memberikan sesuatu yang lebih dari yang kita harapkan. Bang Denny lebih baik dari cowo yang pernah aku impikan. Aku bersyukur aku akan menjadi istrinya, dan aku yakin anak-anak kami bangga punya bapa seperti dia.

Aku suka kedewasaannya tapi aku juga cinta sikap kekanak-kanakannya. Aku bangga akan visi misi masa depannya. Pandangan dia akan hidup berumah tangga membuatku merasa aman. Dia memang bukan orang kaya, tp aku akan hidup berkelimpahan dengannya.

Aku paling lucu kalo dia cerewet kaya mamak-mamak. Ngomongnya cepet trus kadang belepotan, mungkin karena terlalu banyak hal yang mau diomongin jadi pikirannya ga bisa konstruktif.. hehe..

Yang paling aku bangga dari Bang Denny adalah dia mampu melakukan pekerjaan perempuan. Nyuci piring, nyapu, ngepel bukan kegiatan langka buat dia. Ga hanya itu, dia bisa menjahit dan memasak. Kebayang serunya berumah tangga sama dia. Pasti kami bisa mudah bekerja sama. Aminnn…

Baik buruknya Bang Denny, aku sayang sama dia. Dia belahan jiwaku dimana akan kuhabiskan sisa hidupku bersamanya. Tuhan berkati dia selalu, dan seluruh keluarga Sitohang.

Some piece of him in my Inbox that makes me adore him :

Aku orangnya suka penasaran dan senang mengenal orang2 baru. Makanya aku sering tak peduli kl org cuekin aku. Lha, maksudku baik kok. Jd waktu ledy cuek, aku santai2 aja. Tetap aja kusapa kan? Tak peduli aku direspon ato ga. Tau apa yg kumau sekarang?” (Denny Sitohang, 24 Februari 2009, 2.13 AM)

“Kan, udh kujawab di salah satu komen 🙂 aku suka ce yang berkumis, berbulu, alis tebal, jrg2 make up, tak ribet, pinter nyanyi pula, sdkt autis jd tak depend too much, mandiri, cuek. Jrg2 aku ketemu ce yang makan banyak dan tak pedulian. Hihihi, Betulan lho itu :)” (Denny Sitohang, 24 Februari 2009, 3.29 AM)

“Nang, terima kasih udah membuatku bicara. Memang begitulah seharusnya. Tetap mendoakan hubungan kita ya sayang. Love u much” (Denny Sitohang, 8 Juni 2009, 2.10 AM)

“Jangan biarkan aku sendirian hasian 😦 “ (Denny Sitohang, 7 Juni 2009, 7.20 PM)

“Nang, lain kali kalau kurang plong samaku krn apa aja, bilang aja ya. Jgn berasumsi sendiri dan diam. Itu bikin aku jd semakin merasa salah. Lbh baik kau repetin aku drpd didiamkan. Mau kan? Kau sayang aku kan?” (Denny Sitohang, 28 Mei 2009, 10.44 AM)

“Rindu aku samamu inang” (Denny Sitohang, 25 Mei 2009, 10.47 PM)

“Met tidur jg ya citaku. Jesus and Denny loves u” (Denny Sitohang, 21 Mei 2009, 11.35 PM).

-He is my future-

kami 3

Love ya lots,

Ledy Simanjuntak

13 thoughts on “My Future

  1. wuuuaaa….pengen nangis bacanya. Aq lg LDR niy..tp kita bener2 serius dlm hubungan ini. Berharap semoga ada miracle dlm hubungan ini en yang pasti terus berdoa untuk penyertaan Tuhan. Adduhhhh ur story really really give me some encouragement degh😉

  2. aliandri, setiap cinta yang Tuhan ijinkan hadir dalam hidup kita itu pasti indah.. Tuhan itu sangat baik, dia punya pemikiran sendiri untuk membahagiakan kita.. Meski jarak memisahkan, minta Tuhan untuk membuat segalanya lebih dekat..

    jarak usiaku dengan suamku 10 tahun, tapi ternyata Tuhan membuat kami seperti sebaya.. Memang Tuhan itu dasyat, cinta bisa mengubahkan kehidupan.. jadi percaya kalo jarak, sifat, dan segala hal yang bisa menghalangi cinta kalian itu akan lebur..

    Keep in faith.. Jbu

  3. skrg gmana uda ada hasilnya?… salut buat ledy n denny ….ktemu jodohnya kilat ya n masih di metro tv kan aku sering liat kamu meliput berita di medan kamu manis ,….
    sukses terus n Jesus love u n ur new family

    1. Makasi Eva.. Kilat pacarannya tapi everlasting pastinya ya.. Aku skrg udah ga dimetro kak, skrg jadi ibu rumah tangga dan jadi dosen aja.. Ngajar2 sedikit supaya otak ga buntu.. hehe

  4. hahahha….good and nice….tp pada dasarnya kalian dalam kondisi seimbang (dalam segala hal yang tertulis di page ini yah..lainnya: meneketehe)…gini nih cari pasangan…

  5. Keren…serasa ikutan jatuh cinta. hahaha…
    Cerita yang hampir sama, saya alami juga. Dikenalin sodara, Pedekate 4 bulan. jadian, seminggu lagi dah diajak nikah.hahhaha..kalo dipikir2 kok bisa ya?? Tapi kami percaya ada campur tangan Tuhan dalam hubungan ini.
    Doain etha ya…semoga rencana tahun depan menikah terlaksana.

    keep write, sist

    1. Ya itulah cara kerja Tuhan, Etha.. Tidak tertebak dan spontan. Ledy doain semoga rencana nikahnya berjalan lancar ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s