…Pelesiran Pertama Bawa Anak…

Processed with VSCO with a6 preset

Juni 2017

Untuk pertama kalinya, saya dan suami liburan sebentar ke Malaysia dengan membawa putri sulung kami, Sheba. Tidak lupa juga, saya sedang hamil 6 bulan saat ini. Karena cuti saya sudah mentok dan harus dihabiskan, akhirnya kami memutuskan untuk membawa Sheba jalan-jalan sebagai aksi “balas dendam” karena bulan Agustus 2016 kami pergi berdua ke Singapore tanpa Sheba.

Akhirnya, karena rindu sama kami, Sheba demam, ngambek dan tidak mau makan. Sedih juga ya ternyata. Anak sekecil apapun bisa merasakan kerinduan amat sangat sama orang tuanya, meski kecanggihan teknologi dengan video call tetapi tidak membuat rindu Sheba terobati.

Bahkan sampai kami pulang pun, Sheba masih melancarkan aksi ngambeknya dengan tidak mau bermanja dan ngomong sama kami. Padahal biasanya cerewet layaknya anak-anak.

Jadi meski sedang mengandung anak kedua, kami putuskan untuk backpacker ala keluarga kecil mengunjungi 2 tempat di Malaysia yakni Melaka dan Kuala Lumpur selama 4 hari 3 malam. 1 malam di Melaka dan 2 malam di KL Bukit Bintang.

Ternyata memang travelling dengan Toddler ditambah lagi hamil besar, benar-benar capek sekali. Karena kemana-mana harus jalan kaki, naik turun pesawat, dan bus. Untung ada Grab yang menyelamatkan dengan rate yang cukup terjangkau. Jadi bisa lumayan membantu. Tapi selebihnya tetap harus jalan kaki.

Sheba bolak-balik minta gendong, padahal untuk usia 3 tahun 3 bulan dia bukan anak yang ringan lagi bukan? Ya sudah tak apa, pengalaman buat dia juga jalan-jalan “susah” sama orang tuanya.

Mendarat di KLIA, kami langsung naik bus ke Melaka selama 2 jam perjalanan, tepatnya di terminal Melaka Sentral. Dari situ kami naik bus ke hotel kami, cukup murah dan nyaman busnya. Mirip dengan bus dalam kota di Singapore. Kami menginap di Imperial Heritage Hotel, bintang 4 dengan harga kamar Rp 350,000/malam. Untungnya kami mendapat upgrade kamar dan tidak perlu pake deposit. Kami menginap tepat di tengah kota, jadi mudah kemana-mana seperti Jonker Walk, Melaka Strait, Red Christ Church Melaka, dan lain-lain. Tapi tetap kami naik Grab ke situs-situs budaya tersebut sekitar 5 RM (Rp 15,000) karena kalo jalan kaki dengan anak dan perut buncit saya ini cukup membuat saya turun peranakan haha..

Processed with VSCO with g3 presetProcessed with VSCO with e3 presetProcessed with VSCO with e1 presetProcessed with VSCO with e3 presetProcessed with VSCO with e3 presetProcessed with VSCO with a4 presetProcessed with VSCO with e1 preset

1 malam di Malaka sudah cukup bagi kami. Kami naik perahu mengitari Malacca Strait, makan Lok-lok di Jonker Walk (dimana Bang Denny menghabiskan hampir Rp 150,000 hanya untuk aneka Lok-Lok. Laper, Pak?

Keesokan harinya kami hanya jalan-jalan di Dataran Pahlawan, mall yang cukup standarlah seperti di Indonesia kebanyakan. Hari itu juga kami bergeser ke Kuala Lumpur tepatnya Bukit Bintang, dimana saya sudah booking hotel namanya City Comfort Hotel yang ternyata tidak berada di tengah-tengah daerah padat Bukit Bintang.

Selama 2 hari di Kuala Lumpur, kami mengunjungi Genting Highlands, Twin Tower dan Central Market. Genting cukup banyak perubahan karena bus yang kami tumpangi tidak langsung ke depan First World Hotel melainkan harus naik Skyway terlebih dahulu. Percis seperti mengunjungi Sentosa Singapore, dimana kita harus ke atas mall terlebih dahulu. Tapi pengalaman naik kereta gantung cukup memberikan kesan mendalam bagi Sheba karena dia bisa melihat keindahan alam dari ketinggian. 1 orang dikenakan RM 8 untuk naik Skyway.

JpegProcessed with VSCO with e3 presetProcessed with VSCO with e3 presetProcessed with VSCOProcessed with VSCOProcessed with VSCO with e3 preset

Kami pulang hari Minggu malam, lumayanlah sampe Medan jam 10 PM. Capek sekali karena nambah 1 tas untuk bagasi di kabin untuk oleh-oleh dan juga terpaksa bongkar koper karena hanya diperbolehkan 7 Kg di kabin Air Asia.

But overall liburan singkat ini cukup bisa membuat kesan di Sheba, putri sulungku. Dia pulang bawa buku Mermaid kesayangannya. Dia suka sekali membaca. Semoga bulan Juli kami bisa liburan lagi ke Samosir sebelum cuti melahirkan. God bless everybody…

Ledy Simanjuntak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s