wpid-c360_2014-07-05-17-02-19-977.jpg

…Ibu Baru…

image

10 Juli 2014, Medan

Sekitar 12 hari lagi, anakku Elisheba akan berusia 4 bulan. Tak menyangka putri cantik yang sudah lama kunantikan ini melewati masa tri semester awal. Jujur, lega sekali karena dia sudah lewat 3 bulan. Sama seperti masa kehamilan, 3 bulan pertumbuhan bayi juga masa yang paling krusial.

Momen 3 bulan awal seorang bayi akan menjalani masa minum susu sebagai makanannya untuk bertumbuh – apakah ia akan minum susu ASI atau formula. Banyak perdebatan akan hal ini, tapi menurutku apapun asupan yang diberikan kepada bayi kita, itu adalah yang terbaik. Karena menurutku ASI adalah pemberian dari Tuhan. Ada ibu yang beruntung diberikan ASI berlimpah, tapi ada juga yang kekurangan.

Selama kita bersyukur anak kita masih mau minum, aku pikir perdebatan ASI atau formula tidak usah terlalu panjang. Beruntung aku menjadi salah satu ibu yang Tuhan ijinkan memiliki ASI yang cukup untuk kuberikan sama Sheba. Karena aku sudah masuk kerja, tiap hari aku pulang minimal bawa 300 ml ASI.

image

Puji Tuhan sampai sekarang dia tidak pernah sakit, tubuhnya kuat dan tumbuh sesuai dengan waktunya.

Selain itu masa 3 bulan itu menentukan perkembangan otak dan tulang. Setelah 3 bulan selesai, tinggal masa pengembangan dari fase awal. Sheba saat ini sudah bisa tengkurap, mengangkat kepalanya dengan tegak, mengenal fungsi tubuhnya salah satunya tangan, mengenal orang tuanya dan orang-orang yang dekat dengannya, dan dia mulai jarang menangis karena fungsi matanya mulai jelas sehingga dunia ini begitu menarik untuk ia amati daripada sekedar menangis.

Ia menangis dikala ia ingin disentuh orang yang ia yakin menyayanginya. Baik dengan cara digendong, dipangku, diberdirikan, atau hanya sekedar bersenda gurau.

image

image

image

Aku ingin berbagi tips buat ibu baru atau yang saat ini mungkin sedang mengandung. Siapa tahu bisa jadi inspirasi.

Pertama, Berdoalah. Minta sama Tuhan secara spesifik apa yang kita harapkan. Waktu aku hamil, setiap berdoa aku request sama Tuhan untuk beri ASI untuk boruku. Mungkin karena awalnya aku berpikir karena pengaruh besar kecilnya payudara bisa mempengaruhi kuantitas ASI. Ternyata bisa juga kok kita tidak berpayudara besar.

Kedua, bila komitmen ASI, jangan minum obat2an yang bisa mengurangi atau bahkan menghentikan produksi ASI. Ada temanku minum obat herbal untuk cepat mengeringkan luka caesar, akibatnya ASI dia cepat kering. Kalo sudah memilih Caesar ya dinikmati saja sakitnya pasca melahirkan seperti saya hehehe.. Makanlah sayur (musti) dan buah untuk memperbanyak ASI sekaligus memperlancar BAB.

Ketiga, perbanyak referensi. Semua ibu-ibu muda udah pada megang gadget kan? Nah, bukalah situs-situs mengenai mom and baby seperti babycenter.com atau lainnya agar semakin mengerti bagaimana treatment yang benar sama anak kita. Jangan langsung panik bila terjadi sesuatu yang mungkin hal tersebut normal. Ibu zaman sekarang kudu pintar lho..

Keempat, untuk ibu bekerja yang tiap hari jadi tukang pompa, pilih breast pump yang cocok. Banyak sekali pilihan pompa ASI di luaran sana. Mulai dari yang murah sampe yang mahal. Kalo saya kebetulan pake merek Piegon yang harganya 400ribu. Alat pompa ini murah tapi bisa menstimulasi ASI agar keluar banyak dari pabriknya hehehe… Alat pompa ASI yang bagus dan cocok buat Ibu itu memang sebaiknya bisa meningkatkan produksi ASI lho.

Kelima, untuk urusan minum anak ga usah dipatokin pake jam. Sheba minum suka-sukanya. Kadang jeda 1 jam, atau 1,5 jam tapi bahkan bisa lebih dari 2 jam (kalo dia ngoroknya enak). ASI sangat mudah dicerna jadi cepat juga keluar sebagai kencing atau BAB. Kasih aja minum selama dia mau. Sheba biasanya minum jeda 1,5 jam dengan tingkat kelahapan yg standar. Tp juga kadang setengah jam atau 1 jam dia mau mimik juga meski ASI kita hanya jadi snack.

Keenam, jangan terlalu takutan sama perkembangan anak. Misalnya, ‘aduh umur baru 2 bulan bayi jangan didudukin, belum kuat’, atau ‘jangan begitu cara gendongnya, nanti tangannya sakit’ dan masih banyak lagi larangan-larangan lainnya. Menurutku, bila seorang ibu cukup referensi, sah-sah saja bila ia memberikan treatment untuk anaknya. Seorang ibu pun secara naluriah akan bersikap hati-hati pada bayi barunya. Tiap anakpun berbeda perkembangannya, tidak bisa disamakan. Bila anakku sudah bisa tengkurap sendiri di usia 3 bulan, mungkin bayi lain belum bisa. Yang penting sang ibu selalu tanya dokter bagaimana seharusnya perkembangan seorang anak, dan latihlah anak anda.

Sejak umur dua bulan, Sheba sudah kuajak duduk dengan mengangkat tangannya ke depan. Dari situ dia akan melatih kepala dan tulang belakangnya. Kemudian aku sering tummy time, yaitu menengkurapkan bayi kita. Meski tampaknya dia kesusahan, jangan langsung panik. Bayi itu punya daya survive sendiri kok. Dia manusia yang dibekali dengan otak, sehingga meski dia seperti manusia tidak berdaya, bayi itu makhluk pintar.

Buktinya, kalo dia menangis, dia bisa buat kita panik kan, dan kita sibuk mencari-cari apa yang buat dia nangis. Itu salah satu bukti kepintaran yang menjadi daya refleksnya.

Yang terakhir, komunikasi dengan suami dan keluarga terdekat. Apapun yang kita rasakan, butuhkan, inginkan… Kasih taulah pada mereka. Mungkin mereka juga belum tahu bagaimana harus menghandle kita sebagai ibu baru dan bayi kita. Komunikasi yang baik akan mengurangi tingkat stress dan baby blues. Biasanya ibu akan stress di minggu pertama, tapi setelah itu naturalnya seorang ibu akan terlatih.

Semoga berguna ya.. Salam peluk cium dari Sheba untuk kalian semua.

Ledy Simanjuntak (Mama Sheba)

2 thoughts on “…Ibu Baru…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s