Icka, This Is Us

Saturday, October 24th, 2009rumahku 5

Setiap orang pasti dianugerahkan seorang sahabat. Sahabat yang bisa saling mengerti, saling menghargai, saling bertukar pikiran, terlebih lagi saling berbagi kehidupan yang hanya kita berdua yang mengerti apa makna dibalik kehidupan kita.

Beruntung aku memilikinya, ia adalah sepupuku sendiri, Mericka Agnetta Hasiany Napitupulu. Aku memanggilnya Icka. Ia lebih tua setengah tahun dariku. Perawakannya manis, feminin, dan menarik. Laki-laki manapun akan tertarik untuk menoleh padanya, apalagi berlama-lama dengannya, pasti jatuh cinta. Dia sempurna di mataku. Kebahagiaanku salah satunya terletak di tangannya. Dia bahagia, aku akan bahagia. Begitu juga sebaliknya, dia akan menjadi orang yang paling pertama berbahagia ketika aku menemukan kebahagiaanku.

Begitulah kami, saling mengisi dan melengkapi. Hampir semua bagian di keluarga kami mengetahui betapa dekatnya kami. Kami bangga menjadi bagian satu sama lain. Sebagian besar kehidupanku ada di catatan kehidupannya. Mulai dari kecil hingga kini.

25 tahun sudah kami lalui bersama, tidak semua kehidupan kami habiskan dalam jarak dekat dan tatap muka. Justru sebaliknya, kedekatan kami dibangun pada letak yang berjauhan. Distance isn’t matter for us. Ketika kami jauh itulah dinamika kehidupan kami terjadi. Mulai dari permasalahan kehidupan sampai berkat teman hidup kami temukan saat kami berjauhan.

Kami berdua seperti cerminan akan satu sama lain, tapi bukan berarti kami menjadi serupa. Karakter kami bertolak belakang, aku keras kepala sedangkan icka tipikal mengalah dan menjauhi konflik. Aku tomboy sedangkan icka lebih feminin. Icka sangat ramah pada orang lain, sedangkan aku agak galak. Icka sangat perhatian, sedangkan aku agak cuek. Sudah dipastikan siapa yang lebih membuat aku melunak, pasti Icka. Namun, untuk beberapa hal yang berbau ketegasan, Icka pasti akan meminta saran sama aku, bahkan kalo perlu aku yang turun tangan.

Kami punya banyak kesamaan. Kami hobby nyanyi, nari, apalagi untuk urusan musik kami gila berdua deh. Tau apa yang bikin gila? BACKSTREET BOYS. And you know what? Kami sudah bertemu dengan Backstreet Boys. Impian kami terwujud.

Tidak hanya itu, kami selalu berbagi ekspresi melalui lagu-lagu yang kami suka. Sudah banyak lagu-lagu yang mencerminkan kami berdua, mulai dari This is Us dari Keyshia Cole, sampai semua lagu Backstreet Boys tentunya.

* *

Aku tahu semua yang icka alamin, setidaknya sebagian besar aku tahu. Meski belakangan ini, ada beberapa cerita kehidupan yang kami pendam, masing-masing dari kami memiliki feeling yang kuat. Berusaha menyembuhkan luka dan menjaitnya menjadi rajutan kebahagiaan selalu kami lakukan meski hanya melalui telepon.

Sebentar lagi aku akan menikah. Tingkah saudara sepupuku ini semakin tidak tertebak. Belakangan ini dia memberiku kejutan sampai aku nangis. Dia mengumpulkan sahabat-sahabatku dari SMP sampai kuliah. Ada Gretty, Imelda, Kathy, dan Indri. Kehadiran sahabat-sahabatku itu saja sudah buat aku speechless, ternyata dia tidak puas ‘menyiksa’ku. Tiba-tiba dia meminta aku untuk ngomong sama seseorang di telepon. Aku ga tau siapa orang di ujung sana, tapi setelah aku tau orang ini adalah orang yang pernah aku sukai sepanjang masa remajaku, sontak aku nangis sekejer-kejernya. Yang paling parah lagi, Icka membuka semua lembaran rahasia waktu SMA dulu ke orang ini.

The Suprising Day
The Suprising Day

Antara malu dan bahagia rasanya, tapi aku putuskan untuk bahagia dibanding malu. Mungkin memang harus seperti ini jadinya. Aku seneng banget dengan kejutan dari Icka, aku ga tau musti ngomong apa. She’s really crazy but I love her so much.

Begitu banyak kejadian dalam hidup kami, dan tiap lembaran kertas kurasa tak akan pernah cukup menggambarkan bagaimana serunya dan sayangnya kami akan satu sama lain. Aku berharap kami akan terus seperti ini sampe kami menua dan mengeriput. Kami berdoa agar anak-anak kami yang meneruskan persahabatan kami berdua. Masih banyak impian kami dan dengan hati yang berserah sama Tuhan, kami percaya Tuhan akan memberikan yang terbaik.

rumahku 9

rumahku 8

Icka, I wanna give you one song called “Send It On” couse it express a truly friend and truly love that we have made :

A word’s just a word ‘Till you mean what you say

And love isn’t love ‘Till you give it away
We’ve all got to give
Yeah something to give
To make a change

** Send it on, On and on
Just one hand can heal another
Be apart, Reach your heart
Just one spark stars a fire
With one little action
The chain reaction will never stop
Make it Strong, Shine a Light and Send it On

Just smile (just smile)
And the world (and the world)
Will smile along with you
That small act of love
That’s meant for one will become two
If we take the chances
And change circumstances
Imagine all we can do
If we… **

Bridge:
There’s Power in all of the choices we make
So I’m starting now there’s not a moment to wait
A word’s, just a word
‘Till you mean what you say
And love, is no love
‘Till you give it away

**


3 thoughts on “Icka, This Is Us

  1. koq hampir sama yah sifat dan pengalaman persahabatan kak ledy dengan aku….
    hhmmm salam kenal yah kak ledy🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s