nyaman_dengan_fashion_simple_105

Nyaman dengan Fashion Simple – Harian Medan Bisnis, 16 Sept 2012

Fashion & Beauty Minggu, 16 Sep 2012 09:51 WIB
Gledy Simanjuntak
Gledy Simanjuntak, wanita kelahiran Jakarta, 29 September 1984 ini, punya cara tersendiri mengeksplorkan fashion dirinya. Wanita yang lebih akrab dipanggil Ledy ini mengaku tomboy, karena ia merupakan anak perempuan satu-satunya di keluarga, Gledy merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Tiga kata yang menurutnya merupakan gambaran fashion Ledy, maskulin, simple dan seksi.
“Sebenarnya saya punya hidden fashion sendiri, yang sebenarnya jarang saya aplikasikan sehari-hari, saya suka dan memiliki minat ke fashion. Dan gaya yang saya suka lebih ke gypsi. Misalnya menurut saya diamond itu biasa aja. Saya lebih suka dengan produk seharga 50 ribu, tapi sudah menggambarkan sesuatu, misalnya kalung etnik.
Karena ketika kita menggunakan kalung etnik, itu sudah menegaskan gaya kita seperti apa. Jadi tak perlu menggunakan pakaian yang ribet, atau aksesoris yang banyak,” ungkapnya saat ditemui MedanBisnis di sela waktu kerjanya di Hotel Santika Dyandra, Ledy merupakan Public Relation Manager, Santika Dyandra Hotel & Convention, Medan.
Untuk gaya berpakaian Ledy lebih suka menggunakan essential dress, yakni baju-baju dasar. Seperti kaos oblong, yang warna-warnanya polos. Menurutnya ketika seseorang makin mengenal fashion, maka dia akan menyukai baju-baju dasar yang simple. Sebab yang simple dan polos itu menunjukkan tingkat kedewasaan seseorang. Ledy yang mengaku masih suka bergaya tomboy walaupun dirinya sudah menikah.
“Kalau saya ingin tampil tomboy, saya tinggal pakai legging dan kemeja suami saya yang gombrong, dengan tangan digulung, dan sepatu boot”, jelas wanita yang pernah menjadi reporter stasiun tv berita, Metro TV ini. Diakuinya pekerjaannya saat ini memang memendam fashion yang ingin dipakainya sehari-hari, tapi ia cukup bisa memadupadankan pakaian kerja dengan aksesoris unik, seperti kalung etnik atau syal, serta make up simple dengan natural chic, yang menampilkan dirinya tetap terlihat gaya.
Tiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihan, Ledy pun mengaku memiliki kekurangan, “yang namanya fashionable itu gak harus mengikuti tren, jadi motto aku itu “know your body and you already trendy”, jadi ketika kita tahu dan mengenali kekurangan  kita, kita tau apa yang cocok dan nyaman kita pakai,” ungkap Ledy yang mengaku kekurangan nya adalah bentuk tubuhnya yang “pear”, dengan pinggul dan bokong yang besar. Dari mengetahui itu ia mengaku pakaian mana yang cocok untuknya dan mana yang tidak cocok.
Ledy  memiliki pengetahuan fashion berasal dari keluarganya, juga dari majalah-majalah yang ia baca. Yang unik, Ledy sangat tertarik berbelanja di Pasar Melati, pasar yang menyediakan barang-barang second hand yang berasal dari luar negeri. Ia dapat menemukan barang-barang unik dengan kualitas bagus dan harga yang terjangkau, seperti sepatu.
Dari beberapa produk pakaian yang menarik minatnya, yakni produk gaun Elie Saab, dengan gaun yang lebih banyak bermain di tekstur, serta cutting-nya yang unik. Sedang untuk pakaian sehari-hari Ledy, memfavoritkan Ralph Lauren, dan YSL.(wina vahluvi)

2 thoughts on “Nyaman dengan Fashion Simple – Harian Medan Bisnis, 16 Sept 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s