.. Rumah Impian Chapter 2 ..

Hey Everybody,

Sekarang saatnya melanjutnya sesi kedua rumah impianku. I love every details of my dream house , mudah2an kalian yang membaca blog ini bisa terinspirasi untuk memikirkan rumah impian kalian. Percayalah, impian yang dituliskan niscaya jadi semangat dan harapan menjadi kenyataan. Aku ingin rumahku nanti memiliki 6 kamar tidur. 1 kamar utama, 1 kamar tamu, 2 kamar anak, 1 kamar serba guna, dan 1 kamar pembantu. Nah, sekarang aku ingin menggambarkan design kamar utama, kamar anak-anak, kamar tamu, dan lainnya. Let’s start.

1. Kamar Utama

Kamar utama impianku haruslah compact. Tidak harus besar, tetapi memiliki walk in closet dan kamar mandi dalam. Nah bingung kan? Hahaha, tenang. Dunia interior kini sudah memungkinkan kita berpikir cerdas untuk mengelola ruang kecil berkesan luas. Jendela menjadi poin penting dalam kamar tidur. Jendela besar minimalis akan menjadi salah satu bagian yang harus ada untuk kesan leluasa dan perputaran udara yang baik.   Aku ingin sekali membuat membuat sendiri design tempat tidurku, tidak membeli langsung jadi. Tempat tidur utama akan berukuran queen size atau king size. Alas tempat tidur harus lebih lebar dari tempat tidur, fungsinya biar bisa sekalian tempat duduk. Tidak hanya itu, kepala tempat tidur juga didesain memiliki built in laci sehingga tidak perlu lagi membeli laci untuk meletakkan lampu samping tempat tidur. Contoh : Alangkah baiknya, sudut tempat tidur dibuat oval untuk menghindari kepentok, apalagi kalo ada anak-anak. Selain tempat tidur, ruangan ini juga harus memiliki rak atau drawer untuk menyimpan baju dalam, kaos kaki, aksesoris, dan barang-barang kecil lainnya selain baju. Rak ini bisa ditambah kaca, foto frame atau vas bunga.

Okey, setelah tempat tidur dan rak beres, kamar tidur sebisa mungkin ada meja (meskipun sempit) untuk tempat ngetik. Hal ini karena kebutuhan bang Denny sebagai jurnalis dan aku sendiri yang demen nulis dan berlama-lama di depan komputer. Aku ingin meja kerja ini dekat dengan jendela kamar agar  sirkuasi udara baik. Lebih baik mejanya tidak terlalu besar, yang penting memuat netbook, dimodifikasi dengan floating cabinet untuk tempat buku dan perintilan lainnya. Ngences liat gambar-gambarnya.. Hihihi..

Next, pastinya setiap orang pengen ada television set di kamarnya. Sekali lagi, tidak perlu menghabiskan banyak tempat, yang penting kurangi furniture yang tidak perlu. Lagian jaman sekarang rata-rata TV sudah pada LCD jadi sangat spacey dan memberi kesan luas. Kesan monokrom juga sepertinya akan aku terapkan, namun mungkin warna-warna tanah akan aku terapkan untuk kesan hangat. Bila masih ada tempat, keberadaan sofa akan lebih baik, fungsinya agar kita bisa baca di dalam kamar atau sekedar chill out. Untungnya sekarang sudah banyak dijual sofa bed, jadi bila ada keluarga yang ingin tambahan tempat tidur, sofa bisa berfungsi sebagai tempat tidur.

Sebagai alternatif pengganti sofa, enaknya dekat jendela dibuat bedroom window seat yang terintegrasi dengan rak. So cozyyyy !! Okay, now let’s turn to the fun part. WALK IN CLOSET !!!

Dari kecil aku bermimpi suatu saat aku ingin memiliki walk in closet di kamar utama. Walk in closet ini berisi baju, sepatu dan pernak-pernik aku dan suamiku. Aku hanya ingin walk in closet sederhana, tidak terlalu besar dan teroganisir dengan apik berdasarkan color coordinate dan occasion wardrobe. Intinya aku perlu satu ruangan lagi di dalam kamar utama minimal sebesar 3×3 meter. Walk in closet ini didesain sedemikian rupa dengan rak, kabinet, corner shelves, tie rack, dll. Pakaian aku dan suamiku sebaiknya diletakkan ditempat terpisah sehingga lebih mudah diatur. Sebaiknya letakkan kaca setinggi badan untuk memudahkan fitting wardrobe. Satu ruangan lagi yang harus ada di dalam kamar utama adalah kamar mandi. Kamar mandi sebaiknya dilengkapi wastafel, closet dan shower. Aku tidak terlalu ngefans dengan bathtub karena ga selamanya kita seneng mandi di bathtub. Tapi kadang anak-anak seneng kalo ada bathtub sih. Aku akan melengkapi kamar mandi ini dengan tempat sampah, tempat pakaian kotor, rak untuk handuk dan peralatan mandi, gantungan handuk, kaca dan lampu.

2. Kamar Anak

Nah, sekarang yang agak membingungkan nih. Secara aku belum punya anak dan ga tau aku akan punya berapa anak dan jenis kelaminnya apa. Tapi secara simple kita bagi 2 kamar anak ini menjadi 2 bagian. Pertama, kamar anak perempuan, kedua kamar anak laki-laki. Aku berandai-andai bisa memiliki rumah impianku setelah mereka sudah mulai besar, mungkin sekitar usia 10 tahun.

Kamar Perempuan

Kamar perempuan tidak harus girly dan bernuansa pink. Yang penting tetap terlihat chic dan mampu memaksimalkan semua furniture sesuai fungsinya. Yang harus ada di kamar  perempuan pastilah lemari cukup besar untuk pakaian dan pernak-pernik mereka.

Aku berencana membangun  lemari built in sehingga tidak perlu membeli lemari di toko. Kelebihan lemari yang dibuat sendiri ini adalah membuat ruangan jadi lebih luas karena menyatu dengan dinding. Built in lemari sebaiknya dibangun pada saat merencanakan rumah, diambil dari dinding, dan kemudian dibuat rak yang sesuai dengan kebutuhan si anak. Kamar anak perempuan juga harus ceria, bisa ditempel idola favorit mereka di dinding.

Oleh karena itu, pemilihan warna paling penting. Tidak harus berwarna pink, warna lain yang cerah juga baik kok. Selain itu yang harus ada di kamar perempuanku adalah meja belajar, cermin, dan karpet. Sebaiknya di kamar anak tidak boleh ada televisi. Komputer aja sudah cukup. Itupun tergantung kebutuhan si anak. Kamar Laki-laki

Kamar laki-laki biasanya lebih imajinatif. Mereka bebas mengeksplor kemauan mereka dan diterapkan dalam kamar pribadi mereka. Aku akan menerapkan prinsip yang sama untuk lemari, dimana lemari mereka harus built in drawer yang diplitur sesuai dengan warna kesukaan mereka. Kamar laki-laki juga harus dilengkapi banyak rak untuk menampung bacaan dan mainan mereka.

3. Kamar Tamu

Kamar tamu berlaku untuk semua orang yang datang ke rumah kami. Kamar tamu haruslah netral, chic dan rapi. Isinya 1 tempat tidur queen size, 1 drawer, 1 lemari compact, kamar mandi, jendela, dan meja. Aku terinspirasi kamar hotel atau small apartment yang satu kamar isinya compact. Kamar mandi di kamar tamu ini juga dibuat simpel, hanya ada wastafel, closet, dan shower.

4. Laundry Room + Kamar Pembantu

Sebenarnya laundry room dan kamar pembantu ini adalah ruangan yang sudah sangat lazim di rumah Indonesia, tetapi penggarapannya kurang serius. Kalo laundry room bisa dibuat lebih baik, pasti si mbak akan lebih rajin kerja kan? Hehehe.. Mudah-mudahan.. Laundry room dibuat kecil tapi compact, mulai dari mesin cuci, tempat setrika, ruang jemuran, tempat hanger, wastafel, rak untuk menyimpan kebutuhan cucian dan setrikaan, lampu. Sebaiknya laundry room dekat dengan kamar mandi dan kamar pembantu.

5. 2 Kamar Mandi Umum

Letak kamar mandi ini rencananya di tengah dan di luar. Umumnya dipakai untuk anggota keluarga ataupun tamu. Sepertinya aku pengen buat kamar mandi ini hampir sama dengan kamar mandi tamu, sederhana dan sleek. Kamar mandi tengah agak lebih besar dan isinya standar seperti wastafel, closet, bak atau bathtub kecil, dan shower.

Desain kamar mandi ini akan lebih chic dengan finishing furniture yang minimalis. Lantai dan dinding kamar mandi tengah ini pun modifikasi dari batu untuk membuat kesan sejuk. Sedangkan untuk kamar mandi belakang ukurannya lebih kecil seperti kamar mandi apartemen. Jenisnya bisa kamar mandi kering dan kamar mandi basah. Lantainya diberi alas supaya tidak licin. 6. Reading Room Ruang baca buku ini sebenarnya tidak harus berbentuk kamar. Ruang baca bisa dimanfaatkan di sudut ruangan, yang diisi dengan rak-rak buku. Siapkan sofa untuk duduk, meja kecil untuk ngetik, cahaya lampu yang bagus. Enaknya ruang baca ini jauh dari ruang keluarga supaya lebih konsentrasi, tapi kalo rumahnya ga terlalu gede ya tidak masalah dekat dengan ruangan lainnya. Sebaiknya tempat baca ini dekat dengan jendela atau cahaya dari luar agar tidak sumpek. Atau sebagai alternatif lain, manfaatkan kembali jendela sebagai window seat, sama seperti kamar utama.

(pictures from digsdigs.com, desain by IKEA) Jangan lupa untuk mengeksplorasi bookcase atau bookshelf yang vintage dan unik. Rak buku yang unik sebenarnya kalo memungkinkan dibuat sendiri karena jarang ada yang buat. Yang penting idenya jelas, tinggal minta ke tukang tempah.

7. Balkon

Kalo dikasi rejeki buat rumah bertingkat, berarti akan ada yang namanya balkon. Cukup 1 balkon besar saja yang akan berfungsi untuk tempat sanctuary. Jadi harus ada kursi, meja, dan tanaman hijau. Kalo bisa dinding balkon dikasi tanaman hijau atau rumput tempel atau biasa disebut vertical garden. Kesan yang ditimbulkan pasti segar seperti di taman. Cool !!

8. Lantai Atas

Dari dulu aku pengen banget punya split level house. Split level house ini artinya penataan ruang yang mempermainkan ketinggian lantai. Jadi antara lantai 1 dan lantai dua ada ruangan kecil yang isinya bisa kursi, kasur ataupun kosong. Ini memang salah satu langkah cermat untuk mengakali kekurangan lahan. Split level house ini bisa dijadikan indoor balcony menuju lantai 1. Asiknya ada split level ini rumah jadi seperti punya tiga tingkat. Cool concept !!

Small Split Level House

Sedangkan lantai dua rumah impianku ini kemungkinan hanya berisi 1 kamar dan ruang kecil keluarga. Lantai dua inipun letaknya tidak terlalu tinggi dan hanya seperempat lantai 1. Aku pengen ada indoor balcony yang melintas menuju kamar. 1 kamar atas inipun bisa digunakan siapa aja.  Isinya mungkin jendela, lemari kecil, meja, kursi dan sofa bed. Untuk lebih jelasnya seperti ini : Sementara untuk ruang keluarga lantai atas dibuat sangat simpel. Mungkin kasur lantai, rak TV sederhana, rak kecil, dan meja kecil. Mungkin lebih tepatnya ruangan ini disebut lazy room.

9. Tangga

Rumah yang bertingkat pasti perlu tangga donk ya. Ada pikiran gilaku untuk membuat dua buah tangga. 1 tangga standar dari ruang keluarga atau ruang tengah, satu tangga lagi agak tersembunyi dan bisa akses ke tempat khusus di lantai dua. Tangga utama sebaiknya sederhana, tidak terlalu beresiko, bertapak besar agar aman bagi anak-anak. Tangga harus menyatu dengan dinding untuk mengurangi resiko kecelakaan. Selain itu, bagian bawah tangga juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan barang. Multifungsi dan efektif.

Sedangkan untuk tangga tersembunyi bisa agak unik dan risky. Tangga belakang bisa dibuat dari kamar utama, ruang keluarga, dapur, atau taman. Aksesnya bisa langsung ke kamar atas atau lazy room. Memang agak beresiko tapi so much fun. Itu dia gambaran rinci tentang rumah impianku. Sekali lagi, ini cuma angan-angan. Ga bayar kan? Kalian pikir aja deh gemana jadinya rumahku kalo semua itu tadi terjadi.. Kamu yang baca bakal jadi tamu kehormatan untuk datang ke rumahku.. Hahaha.. Intinya, semua itu bisa terjadi kalo kita berusaha keras untuk mewujudkannya. Mudah2an kalo rejeki ga kemana ya kan?! Mudah2an kalian semua terinspirasi dan memiliki referensi bila ingin membangun rumah. Silahkan diambil idenya dan wujudkan !!

Love you all..

Ledy Simanjuntak

6 thoughts on “.. Rumah Impian Chapter 2 ..

  1. ide dan desainnya keren..
    hampir sama kayak desain rumah impianku.. uuh.. jadi gag sabar ngewujudinnya..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s